Kamis, 09 Februari 2012

The Color Of Teenage Life

hai teenagers....
ketemu lagi diposting ke 2... :)
Kali ini, saya akan membahas tentang The Color Of teenage life... what's that??? yaitu warna dari kehidupan remaja... sudah menjadi rahasia global kalau adolescence adalah hal yang paling terkesan dalam perjalanan hidup seseorang... dan kita sedang menulis sebuah sejarah hidup sekarang! kita yang memilih,kita yang menanam,dan kita pula yang menikmati... 

But...
Untuk kali ini saya nggak akan membahas sebuah topick yang seriously sekarang, berbeda dengan posting sebelumnya yang terlihat "borred" setidaknya untuk kita yang masih remaja yang belum suka untuk akrab sama hal-hal yang serius dan terkesan membosankan....

Well, hal-hal yang membuat masa teenager kita berkesan itu banyaak banget... all about relationships, achievement, popularity (exist), and puppy love. kayaknya semua itu peting menurut pengamatan gue sama diri sendiri dan lingkungan teman2 sekitar... 

Siapapun nggak mau masa teenagernya berakhir dengan cap si CUPU.. seenggaknya selepas SMA predikat si famous,si cantik,si ganteng,si pintar,dll pengen disanding setiap orang...
emang siapa yang mau diberi predikat Si cupu, si alay yang diblacklist dibuku tahunan??? it so badly... :(

saya sendiri pun ogah banget dapat predikat itu #manusiawi bukan?... 
okey... kayaknya udah cukup strings attached nya... kita langsung to the point aja... 
dari ke-4 poin diatas (all about relationships, achievement, popularity (exist), and puppy love.
batin saya lebih tertarik membahas Puppy Love yang pasti pernah dirasakan oleh remaja... dan mumpung mau VALENTINE

PUPPY LOVE

Puppy love or cinta monyet adalah proses awal yang normal sebagai masa transisi remaja ke dewasa.
Untuk pertama kalinya kita mencintai seseorang diluar keluarga kita... dari sinilah kita diajarkan bagaimana memilih dan membedakan mana yang menurut kita baik untuk kita dan buruk untuk kita...

yang baik, tentu akan menjadi pilihan dan yang buruk tentu akan buru-buru ditempatkan diFolder Spam... itu semua tergantung taste masing2 teenagers yang selanjutnya akan membentuk kriteria seperti apa yang akan menjadi bagian hidupnya kelak... :)

tapi, sebelum itu kita punya Homework... yaitu, batas-batas kita menanggapi perasaan itu... karena hal ini adalah hal yang cukup riskan... why? karena sedikit saja kita salah memilih jalan itu akan berpengaruh pada kehidupan kita selanjutnya.. udah banyak kasus hamil diluar nikah gara2 gaya pacaran yang terlalu intens dan lagi-lagi karena nggak mengerjakan homeworknya diatas!

kalau udah terjadi seperti itu, apa yang dapat kita lakukan?
Menerimanya... toh itu udah terlanjur jadi bubur.. kita hanya harus menjadi sosok yang kuat dan tetap semangat.. oke, keluar dari masalah itu.. karena saya jujur agak bingung gimana nerusinnya...



Sebetulnya pacaran itu boleh-boleh aja... asal tetap pada kadar yang normal...
sekarang pun saya sedang menjalani sebuah relationship kebetulan kita satu sekolah..  dan saya mendapat salah satu manfaat yang membuat saya "SEMANGAT BELAJAR" artinya saya nggak bakalan absent dan kalau ada ulangan sebisa mungkin dapat nilai bagus.. kan malu kalo jelek...! heheh :)
Ahhh oke keluar dari curcol saya aja yaa! -_-

BACK TO TOPICK!


Cinta monyet adalah istilah informal yang berarti perasaan cinta yang terjadi antara sepasang anak muda yang masih dalam masa remaja. Istilah ini juga dapat digunakan sebagai kata sindiran, yang digunakan kepada seseorang yang kurang mencintai pasangannya.

Cinta monyet, yang juga dikenal dengan "crush/puppy love", bisa juga dideskripsikan sebagai cinta seorang anak atau remaja kepada orang yang lebih tua. 
Sebagai contoh, seorang murid yang "suka" kepada gurunya. Dalam hal ini, istilah "cinta monyet" menggambarkan sebuah cinta yang tidak akan mendapat balasan.
cinta monyet juga sering membuat para remaja "galau" ..

 Di jaman ini pacaran telah menjadi semacam life style/ gaya Hidup baru bagi remaja dan merupakan hal yang lumbrah. Remaja mengalami perubahan fisik dan psikis pada masa-masa yang dilaluinya, dimana remaja ingin mencoba karena terdorong rasa ingin tahu mereka yang tinggi, Remaja memiliki banyak waktu senggang diantara jam kuliah atau pulang sekolah ataupun antara kuliah, remaja belum memiliki orietasi materi karena kehidupannya masih serba ditanggung oleh orangtunaya, jadi tidak ada hal penting yang terlalu membebani pikiran remaja.
CELAKANYA, Gaya pacaran remaja di zaman sekarang telah mengarah pada perilaku yang diluar batas, disinilah mulai muncul masa pacaran yang didalamnya terkait perilaku seks untuk mengisi waktu senggang mereka, dan tidak menutup kemungkinan untuk melakukan perilaku seks yang tidak semustinya mereka lakukan.
Perilaku seksual adalah perilaku yang muncul oleh karena dorongan seksual. Perilaku seksual bermacam-macam mulai dari bergandengan tangan, pelukan, kissing necking, petting, licking dan sampai berhubungan seksual. Dan perilaku seksual bisa diibaratkan seperti bola salju yang sekali dilepaskan dari atas bukit akan semakin membesar terus dan susah untuk dihentikan.
Pacaran sehat adalah suatu proses pacaran dimana keadaan fisik, mental dan sosialnya dalam keadaan baik. Sehat secara fisik berarti tak ada kekerasan dalam berpacaran. Biarpun cowok secara fisik lebih kuat, bukan berarti bisa seenaknya menindas kaum hawa. Pada intinya dilarang kontak dalam bentuk kekerasan fisik. Selain itu, menjaga kondisi tubuh diri dan pasangan agar tetap sehat juga merupakan hal yang harus dilakukan dan tentunya menguntungkan satu sama lain.
Pacaran sebenarnya merupakan waktu bagi sepasang individu untuk saling mengenal satu dengan yang lain. Pacaran pastinya memiliki efek dan bias terhadap kehidupan masing-masing. baik secara positif ataupun negatif tergantung bagaimana cara menjalaninya.
Selama pacaran dilakukan dalam batas-batas yang benar, pacaran dapat mendatangkan banyak hal positif.
Dengan kata lain yang perlu dan harus kita jalani adalah ”pacaran sehat”.
Di dalam proses pacaran kita tidak hanya dituntut untuk mengenali emosi diri sendiri, tetapi juga emosi orang lain. Dan yang tak kalah penting adalah bagaimana mengungkapkan dan mengendalikan emosi dengan baik. Jadi tak bijaksana bila melakukan kekerasan nonfisik, marah-marah, apalagi mengumpat-umpat orang lain termasuk pacar kita. Tapi bukan dalam arti diam saat timbul masalah, selesaikanlah dengan bijak, bicarakan secara terbuka. Tanpa keterbukaan akan menimbulkan konflik dalam diri masing-masing yang bahkan bisa mengarah terhadap rutinitas harian dan prestasi belajar ataupun bekerja. 


Pacaran itu tak mengikat

Artinya, hubungan sosial dengan yang lain harus tetap terjaga. Kalau pagi, siang dan malam selalu bareng bersama pacar, bisa bahaya lho!! Bisa-bisa nggak punya teman. Dan bukan tak mungkin, kita akan merasa asing di lingkungan sendiri. Enggak mau seperti itu kan??Tapi bukan dalam arti hubungan ”bebas” yang sebebas-bebasnya… Tentunya kita harus menghormati apa yang menjadi pegangan serta tujuan dalam berpacaran. Jika status telah mengarah pada ikatan lebih ”serius” (dalam arti penikahan) maka kita harus lebih bijak dalam menjaga kepercayaan untuk mencegah terlukainya perasaan pasangan masing-masing. Membangun kepercayaan merupakan hal yang penting dalam keharmonisan suatu hubungan.

Seks saat Pacaran??? Jangan dulu deh..

Secara biologis, masa remaja merupakan masa perkembangan dari kematangan seksual. Tanpa disadari, pacaran mempengaruhi kehidupan seksual seseorang. Kedekatan secara fisik bisa memicu keinginan untuk melakukan kontak fisik yang merupakan insting dasar setiap organisme. Apabila diteruskan dapat menjadi tak terkontrol alias kebablasan. Jadi, dalam berpacaran kita harus saling menjaga untuk tak melakukan hal-hal yang berisiko terhadap perkembangan fisik dan mental remaja, salah satunya adalah perilaku seksual. Oleh karena itu, pengendalian diri dalam berpacaran tentunya sangat diperlukan.


Apa saja yang mempengaruhi perilaku seksual remaja??
  1. Faktor internal
    Bagaimana kita mengekspresikan perasaan, keinginan dan pendapat tentang berbagai macam masalah. Bagaimana menentukan pilihan ataupun mengambil keputusan bukan hal yang mudah. Dalam memutuskan sesuatu, kita harus punya dasar, pertimbangan dan prinsip yang matang
  2. Faktor Eksternal
    Perilaku seks diantara kita juga dipengaruhi oleh faktor-faktor dari luar. Contohnya :
  • Kemampuan orang terdekat utamanya orang tua dalam mendidik tentunya akan mempengaruhi pemahaman kita mengenai suatu hal, terutama masalah seksual.
  • Agama mengajarkan mana yang baik dan mana yang buruk. Pemahaman terhadap apa yang diajarkan agama akan mempengaruhi perilaku kita
  • Remaja cenderung banyak menghabiskan waktu bersama teman sebayanya sehingga tingkah laku dan nilai-nilai yang kita pegang banyak dipengaruhi oleh lingkungan pergaulan kita
  • Teknologi informasi yang makin berkembang memudahkan kita mengakses informasi setiap saat. Tetapi, kemajuan teknologi informasi tak selalu membawa pengaruh yang positif. It’s depend on you guys!!!
Pengaruh buruk pacaran tak sehat apa aja sih??
  • Cedera fisik (memar, luka-luka, dll)
  • Kondisi tubuh lemah; mudah sakit
  • Perasaan tertekan; curiga yang berlebihan; bingung
  • Kehilangan teman; merasa asing dilingkungan sendiri
  • Terkena penyakit menular seksual (PMS)
  • Kehamilan tidak diinginkan (KTD); aborsi; pernikahan dini
  • HIV/AIDS
  • Stress yang parah; gila; keinginan bunuh diri
  • Meninggal dunia

TIPS pacaran sehat

Jika tak ingin pacaran tak sehat terjadi pada dirimu maka beberapa hal yang perlu kalian resapi dan pertimbangkan diantaranya:
  • Kasih sayang, setia
  • Jangan melakukan tindakan kekerasan
  • Luangkan waktu untuk bergaul dengan teman-teman
  • Jangan sakiti perasaan pasangan; jangan cemburu yang berlebih
  • Jangan menghabiskan waktu seharian berdua saja apalagi di tempat-tempat sepi
  • Lakukan kegiatan-kegiatan positif bersama seperti belajar, berolahraga, dan sembahyang bersama
  • Hindari buku-buku, majalah, gambar-gambar, video yang isinya seputar seks. Karena sekali dan sekilas saja kita melihat gambar, video atau cerita seks tersebut bakal ‘terekam tak pernah mati’ di pikiran dan akan timbul keinginan untuk mengulangi ataupun mempraktekkannya
  • Pengendalian diri untuk tidak berbuat diluar batas ketika sedang kontak fisik dengan pasangan
  • Jangan pernah mengatasnamakan hubungan seks sebagai bukti cinta kalian (cinta tak sama dengan seks).
Untuk menjaga hubungan pacaran kalian menjadi tetap awet dan aman kita harus punya prinsip. Artinya, segala sesuatu yang akan kita lakukan ada dasar dan jelas tujuannya. Dalam pacaran, bukan tak mungkin kita menemukan perbedaan prinsip, beda batasan tentang apa yang boleh dan tak boleh dilakukan. Hal tersebut wajar saja, asalkan bisa tetap saling menghargai. Tiap orang punya hak untuk bicara terbuka termasuk mengungkapkan prinsip masing-masing. Sikap saling pengertian sangat diperlukan dalm proses ini. Mengungkapkan prinsip yang kita pegang akan berpengaruh pada penerimaan orang lain. Maksud dan keinginan kita akan sulit diterima dan dimengerti orang lain kalau kita tak bisa mengkomunikasikannya dengan baik.


NAAH ITU AJA YANG BISA SAYA SHARE KALI INI...



semoga bermanfaat dan lagi-lagi nggak bosan-bosan follow saya yaa hehe on twitter juga @deviadeev.. follback??? just mention yaa.. :) see ya on the next post!!!