Hello Teenagers...
Senangnya saya bisa rutin ngeposting di blog ini... mengeluarkan semua isi pikiran saya :)
kali ini saya akan membahas tentang pemanasan global atau nama kerennya global warming!
![]() |
| Mulai dari tangan kita sendiri |
Selama ini gooming banget ya iklan-iklan sosial tentang pencegahan global warming... iklan positif itu sangat bagus untuk menyadarkan kita bahwa bumi lagi butuh perhatian kita sekarang... tapi saya sangat sayangkan kesadaran untuk menjaga bumi kita masih sangatlah tipis... nggak usah jauh-jauh deh.. kita ambil realita yang ada "SAMPAH".. yaa.. kalau bukan berkat pahlawan tanpa tanda jasa 'Bapak tukang sapu' mungkin yang namanya sampah udah merajalela...
Ayo lawan Pemanasan global...! mulai dari diri kita sendiri... buktikan kalau kita para remaja generasi sekarang tidak sepayah apa yang dipikirkan para 'senior'.. teenagers pasti pernah dengarkan celoteh seperti ini?
" walah,remaja jaman sekarang! beda betul dengan kita masih muda dulu " yaa kaan... minimal seperti itulah!
nggak mau dong dicap generasi gagal sama generasi sebelumnya???
okey teenagers.... kita langsung masuk ke topik pembicaraan 'GLOBAL WARMING'
Sejak dikenalnya ilmu mengenai iklim, para ilmuwan telah mempelajari bahwa ternyata iklim di Bumi selalu berubah. Dari studi tentang jaman es di masa lalu menunjukkan bahwa iklim bisa berubah dengan sendirinya, dan berubah secara radikal. Apa penyebabnya? Meteor jatuh? Variasi panas Matahari? Gunung meletus yang menyebabkan awan asap? Perubahan arah angin akibat perubahan struktur muka Bumi dan arus laut? Atau karena komposisi udara yang berubah? Atau sebab yang lain?
Sampai baru pada abad 19 semuanya terjawab, studi mengenai iklim mulai mengetahui tentang kandungan gas yang berada di atmosfer, disebut sebagai gas rumah kaca, yang bisa mempengaruhi iklim di Bumi.
Apa itu gas rumah kaca?
Sebetulnya yang dikenal sebagai ‘gas rumah kaca’, adalah suatu efek, dimana molekul-molekul yang ada di atmosfer kita bersifat seperti memberi efek rumah kaca.
![]() |
| efek rumah kaca |
Efek rumah kaca sendiri, seharusnya merupakan efek yang alamiah untuk menjaga temperatur permukaaan Bumi berada pada temperatur normal, sekitar 30°C, atau kalau tidak, maka tentu saja tidak akan ada kehidupan di muka Bumi ini.
Pada sekitar tahun 1820, bapak Fourier menemukan bahwa atmosfer itu sangat bisa diterobos (permeable) oleh cahaya Matahari yang masuk ke permukaan Bumi, tetapi tidak semua cahaya yang dipancarkan ke permukaan Bumi itu bisa dipantulkan keluar, radiasi merah-infra yang seharusnya terpantul terjebak, dengan demikian maka atmosfer Bumi menjebak panas (prinsip rumah kaca).
Tiga puluh tahun kemudian, bapak Tyndall menemukan bahwa tipe-tipe gas yang menjebak panas tersebut terutama adalah karbon-dioksida dan uap air, dan molekul-molekul tersebut yang akhirnya dinamai sebagai gas rumah kaca, seperti yang kita kenal sekarang. Arrhenius kemudian memperlihatkan bahwa jika konsentrasi karbon-dioksida dilipatgandakan, maka peningkatan temperatur permukaan menjadi sangat signifikan.
Semenjak penemuan Fourier, Tyndall dan Arrhenius tersebut, ilmuwan semakin memahami bagaimana gas rumah kaca menyerap radiasi, memungkinkan membuat perhitungan yang lebih baik untuk menghubungkan konsentrasi gas rumah kaca dan peningkatan Temperatur. Jika konsentrasi karbon-dioksida dilipatduakan saja, maka temperatur bisa meningkat sampai 1°C.
Apa hal kecil yg seharusnya kita lakukan untuk menyingkirkan si Global Warming?
Kita nggak perlu bingung apa yang harus kita lakukan untuk mulai menyelamatkan bumi... seperti yang saya bilang semuanya dimulai dari tangan kita sendiri. Nggak perlu menunggu orang lain... tapi orang lain lah yang menunggu kita. Semuanya tergantung pada niat dan ketulusan. toh,dengan menjaga bumi berarti kita tetap dapat melangsungkan hidup dengan baik bukan.? sebuah tabungan untuk masa tua.. bisa bayangkan bila dimasa tua kita air yang sekarang kita buang-buang menjadi langka dan sulit? Horor banget ya teenagers... naah berikut saya akan menyebutkan poin-poin yang dapat kita lakukan untuk mencegah global warming.
1. Matikan lampu ketika meninggalkan rumah atau sebelum tidur.
2. Bekerjalah dalam ruangan tanpa menggunakan lampu listrik. Jika memungkinkan, Anda cukup menggunakan cahaya alami dari sinar matahari.
3. Ganti bolam lampu (regular incandescent light bulbs) dengan lampu hemat energi (compact fluorescent bulbs - CFL’s). CFL’s memang lebih mahal namun jenis lampu ini hanya menggunakan 25-33% energi dari yang digunakan lampu bolam biasa. Sebagai catatan, saat ini lampu CFL’s digunakan oleh hanya 6% konsumer.
4. Jangan biarkan TV berada dalam status standby. Biasakan matikan TV dengan menggunakan tombol on/off di pesawat TV jika sedang tidak menonton. Biarpun TV berada dalam status standby, energi listrik yang dikonsumsi tak ada bedanya dengan menyalakan lampu bolam 75-100 watt.
5. Cabut kabel charger handphone, kamera digital, telepon wireless, dan gadget lainnya dari saklar listrik jika tidak menggunakannya.
6. Jangan gunakan screensaver jika komputer tidak digunakan. Sebaiknya Anda menggunakan sleep mode atau aturlah agar komputer Anda berada dalam status “hibernate” setelah tidak digunakan selama 30 menit. Cara ini akan menghemat energi dan jauh lebih efisien dibandingkan jika Anda mematikan komputer dan kemudian me-restart saat membutuhkannya.
7. Jika membeli produk elektronik, pilih yang memiliki label “Energi Star”.
8. Atur suhu kulkas antara 2-5 derajat Celcius dan suhu freezer -18 derajat Celcius.
9. Pilih shower daripada bath untuk mandi. Penggunaan bath membutuhkan 4 kali energi lebih banyak dibanding penggunaan shower.
10. Berhematlah menggunakan air bersih. Hindari pemakaian air panas terlalu sering untuk mandi.
11. Konsumsi produk-produk refill. Langkah ini akan menghemat konsumsi kertas atau plastik yang sering dipakai sebagai packaging produk.
12. Berhematlah menggunakan kertas di kantor maupun di rumah. Anda dapat memulainya dengan sehemat mungkin mengkonsumsi kertas tisu atau kertas folio. Saat mencetak (print), usahakan cetak di kedua sisi kertas. Untuk coret mencoret, gunakan kertas bekas yang telah digunakan. Berhemat kertas sama artinya kita melindungi pohon-pohon dari penebangan.
13. Kurangi penggunaan kantong plastik. Kantong plastik adalah produk yang sulit dimusnahkan dan dapat meningkatkan jumlah karbondioksida serta metana ke atmosfir bumi, menyebabkan polusi udara, tanah dan air tanah.
14. Tanamlah pohon-pohonan karena sepanjang usianya, sebuah pohon mampu menyerap 1 ton karbondioksida.
15. Pilih makanan produksi lokal. Makanan impor didatangkan dengan transportasi yang membutuhkan bahan bakar.
16. Belilah makanan segar daripada makanan-makanan yang diawetkan atau yang didinginkan.
17. Kurangi konsumsi daging. Boleh percaya boleh tidak, sapi adalah penyumbang terbesar metana yang mereka hasilkan setiap bernafas. Dan metana adalah penyebab utama efek rumah kaca.
18. Jika Anda ingin membeli mobil, pertimbangkan konsumsi bahan bakar yang dibutuhkan mobil tersebut. Jadikan mobil hemat bahan bakar sebagai pilihan Anda meski tidak terlihat mewah.
19. Menyetir dengan benar akan membantu penghematan bahan bakar. Hindari menyetir secara agresif di jalanan. Pilih gunakan rem tangan daripada rem kaki pada saat-saat tertentu. Matikan mesin mobil bila tidak menggunakannya.
20. Cek ban mobil Anda secara teratur. Ban mobil yang baik akan membantu penghematan bahan bakar mobil.
21. Kendarai kendaraan pribadi kita dengan kecepatan rata-rata 80 km/j. Pada kecepatan tersebut, konsumsi bahan bakar akan berkurang 25% dibandingkan bila Anda berada dalam kecepatan > 110 km/j.
22. Kurangi penggunaan kendaraan bermotor. Lebih baik kita menggunakan kendaraan bermotor secara bersama-sama. Pilihan lain, kita dapat berjalan kaki, naik sepeda, atau angkutan umum.
1. Matikan lampu ketika meninggalkan rumah atau sebelum tidur.
2. Bekerjalah dalam ruangan tanpa menggunakan lampu listrik. Jika memungkinkan, Anda cukup menggunakan cahaya alami dari sinar matahari.
3. Ganti bolam lampu (regular incandescent light bulbs) dengan lampu hemat energi (compact fluorescent bulbs - CFL’s). CFL’s memang lebih mahal namun jenis lampu ini hanya menggunakan 25-33% energi dari yang digunakan lampu bolam biasa. Sebagai catatan, saat ini lampu CFL’s digunakan oleh hanya 6% konsumer.
4. Jangan biarkan TV berada dalam status standby. Biasakan matikan TV dengan menggunakan tombol on/off di pesawat TV jika sedang tidak menonton. Biarpun TV berada dalam status standby, energi listrik yang dikonsumsi tak ada bedanya dengan menyalakan lampu bolam 75-100 watt.
5. Cabut kabel charger handphone, kamera digital, telepon wireless, dan gadget lainnya dari saklar listrik jika tidak menggunakannya.
6. Jangan gunakan screensaver jika komputer tidak digunakan. Sebaiknya Anda menggunakan sleep mode atau aturlah agar komputer Anda berada dalam status “hibernate” setelah tidak digunakan selama 30 menit. Cara ini akan menghemat energi dan jauh lebih efisien dibandingkan jika Anda mematikan komputer dan kemudian me-restart saat membutuhkannya.
7. Jika membeli produk elektronik, pilih yang memiliki label “Energi Star”.
8. Atur suhu kulkas antara 2-5 derajat Celcius dan suhu freezer -18 derajat Celcius.
9. Pilih shower daripada bath untuk mandi. Penggunaan bath membutuhkan 4 kali energi lebih banyak dibanding penggunaan shower.
10. Berhematlah menggunakan air bersih. Hindari pemakaian air panas terlalu sering untuk mandi.
11. Konsumsi produk-produk refill. Langkah ini akan menghemat konsumsi kertas atau plastik yang sering dipakai sebagai packaging produk.
12. Berhematlah menggunakan kertas di kantor maupun di rumah. Anda dapat memulainya dengan sehemat mungkin mengkonsumsi kertas tisu atau kertas folio. Saat mencetak (print), usahakan cetak di kedua sisi kertas. Untuk coret mencoret, gunakan kertas bekas yang telah digunakan. Berhemat kertas sama artinya kita melindungi pohon-pohon dari penebangan.
13. Kurangi penggunaan kantong plastik. Kantong plastik adalah produk yang sulit dimusnahkan dan dapat meningkatkan jumlah karbondioksida serta metana ke atmosfir bumi, menyebabkan polusi udara, tanah dan air tanah.
14. Tanamlah pohon-pohonan karena sepanjang usianya, sebuah pohon mampu menyerap 1 ton karbondioksida.
15. Pilih makanan produksi lokal. Makanan impor didatangkan dengan transportasi yang membutuhkan bahan bakar.
16. Belilah makanan segar daripada makanan-makanan yang diawetkan atau yang didinginkan.
17. Kurangi konsumsi daging. Boleh percaya boleh tidak, sapi adalah penyumbang terbesar metana yang mereka hasilkan setiap bernafas. Dan metana adalah penyebab utama efek rumah kaca.
18. Jika Anda ingin membeli mobil, pertimbangkan konsumsi bahan bakar yang dibutuhkan mobil tersebut. Jadikan mobil hemat bahan bakar sebagai pilihan Anda meski tidak terlihat mewah.
19. Menyetir dengan benar akan membantu penghematan bahan bakar. Hindari menyetir secara agresif di jalanan. Pilih gunakan rem tangan daripada rem kaki pada saat-saat tertentu. Matikan mesin mobil bila tidak menggunakannya.
20. Cek ban mobil Anda secara teratur. Ban mobil yang baik akan membantu penghematan bahan bakar mobil.
21. Kendarai kendaraan pribadi kita dengan kecepatan rata-rata 80 km/j. Pada kecepatan tersebut, konsumsi bahan bakar akan berkurang 25% dibandingkan bila Anda berada dalam kecepatan > 110 km/j.
22. Kurangi penggunaan kendaraan bermotor. Lebih baik kita menggunakan kendaraan bermotor secara bersama-sama. Pilihan lain, kita dapat berjalan kaki, naik sepeda, atau angkutan umum.
![]() |
| love earth |
yang terutama adalah jangan pernah menganggap remeh apa yang sudah kita lakukan
hindari menggunakan kalimat: "hanya segini yang bisa saya lakukan" tapi anda ganti dengan "saya telah malakukannya dan berbuat banyak untuk dunia"
oke..ini aja yang bisa saya sampaikan... terimakasih sudah membaca.. semoga bermanfaat yah! see ya on the next post! Happy Valentine,Everybody!! :) jangan lupa follow twitter saya @deviadeev terimakasih.



