Sabtu, 07 April 2012

Apasih Deja Vu itu?

Hay teenagers...



Semua orang pasti pernah ngerasain suatu suasana yang seakan-akan sudah pernah kita rasakan... semua itu terasa familiar walaupun sebenarnya kejadian itu baru saja terjadi dan tidak pernah terjadi diwaktu yang sebelumnya....

saya sendiri pun sering merasakan Deja Vu... rasa keingin tahuan saya tentang Deja Vu akan saya explore disini...mungkin saya adalah blog kesekian juta ribu yang mengulas tentang fenomena Deja Vu ini... tapi nggak ada salah nya kan? oke to the point aja

APASIH DEJAVU ITU????

oke... sebenarnya deja vu bukanlah fenomena baru didunia...
Konsep déjà vu telah ada sejak filsuf Perancis dan peneliti Émile Boirac menciptakan istilah itu pada tahun 1876, sebagai pendukung fenomena psikis sebagai bukti kehidupan masa lalu.

Sementara para psikolog telah mengungkapkan berbagai teori untuk menjelaskan kejadiannya. Seorang psikolog, Sigmund Freud menghubungkannya dengan keinginan yang direpresi. Psikolog lain, Carl Jung mengatakan déjà vu muncul dari penyadapan ketidaksadaran kolektif. Puluhan penyebab déjà vu telah diusulkan selama beberapa dekade.

Berdasarkan penelitian, 70% manusia di bumi pernah merasakan déjà vu. Jadi, fenomena psikologis tersebut adalah hal yang sangat wajar dan bukan merupakan suatu kutukan atau karma sebagaimana banyak dipercayai orang. Déjà vu berasal dari bahasa Prancis yang artinya "pernah lihat". Maksudnya, mengalami sesuatu pengalaman yang dirasakan pernah dialami sebelumnya. Di Yunani, fenomena ini disebut dengan paramnesia yang merupakan gabungan kata para artinya adalah "sejajar" dan mnimi artinya "ingatan".

Kenapa Deja Vu Bisa terjadi?

ya itu adalah pertanyaan yang pasti timbul saat ini... ada banyak versi jawaban tentang ini... dan saya menemukan dua jawaban berbeda

SUMBER 1
"Déjà vu terjadi karena adanya gelombang yang diantarkan ke dalam otak. Gelombang tersebut tercipta setiap tindakan yang dilakukan oleh manusia. Gelombang ini lalu diterjemahkan ke dalam bentuk impuls listrik lalu dikirim ke otak dan dibaca. Tapi ada kalanya otak kita memiliki sensitivitas tinggi sehingga gelombang yang dibaca berupa amplitudo dan frekuensi tertentu tergantung dari kualitas otak kita. Contoh sederhananya suatu waktu kita dalam hati mendendangkan sebuah lagu. Lalu kita menyalakan radio dan di radio sedang dimainkan lagu yang sedang kita pikirkan tadi. Langsung kita berpikir "déjà vu". Padahal, ini menunjukkan bahwa gelombang radio yang dikirim oleh stasiun pemancar, selain diterima oleh radio kita, juga dibaca oleh otak kita karena sifat otak kita yang super sensitive dalam menerima gelombang listrik itu tadi."

SUMBER 2
para ilmuwan dengan mengejutkan mengungkapkan bahwa fenomena déjà vu tidak lebih dari sebuah cacat dalam proses memori, bahwa kondisi tersebut dapat dibuat oleh kegagalan memori sirkuit di lobus temporal otak. Dan jika itu terjadi secara permanen atau hiperaktif, bisa menyebabkan penciptaan kenangan yang sebenarnya tidak ada dalam kenyataan, seperti yang terjadi pada déjà vu. Secara statistik hal itu terjadi lebih pada akhir masa remaja dan frekuensi usia yang menurun.

SUMBER 3
Ada lagi teori lain yang menjelaskan bahwa deja vu terjadi ketika sensasi optik yang diterima oleh sebelah mata sampai ke otak (dan dipersepsikan) lebih dulu daripada sensasi yang sama yang diterima oleh sebelah mata yang lain, sehingga menimbulkan perasaan familiar pada sesuatu yang sebenarnya baru pertama kali dilihat. Teori yang dikenal dengan nama "optical pathway delay" ini dipatahkan ketika pada bulan Desember tahun lalu ditemukan bahwa orang butapun bisa mengalami deja vu melalui indra penciuman, pendengaran, dan perabaannya.

Membingungkan memang... untuk mengetahui teori mana yang paling tepat

Teori yang mendekati benar adalah sesungguhnya sebagian besar informasi yang kita terima tersimpan di pikiran bawah sadar kita dan belum muncul ke permukaan. Hanya sebagian kecil dari informasi yang kita terima benar-benar kita ingat atau sadari.
Pada akhirnya, pengalaman déjà vu hanya sebuah reaksi ekstrem dari sistem yang memori Anda gunakan untuk memberitahu Anda bahwa Anda berada dalam situasi akrab.



Déjà vu dipengaruhi usia???

Ada pula yang beranggapan bahwa déjà vu ini adalah sebuah penyakit dalam ingatan sehingga semakin tua umur seseorang maka akan semakin sering pula terjadi déjà vu. Seorang ilmuwan asal Jepang dan juga merupakan seorang neuroscientist MIT , Susumu Tonegawa, melakukan eksperimen terkait fenomena ini pada tikus dengan membandingkan ingatan pribadi (episodik) dengan ingatan baru yang tercatat dalam dentate gyrus. Ia menemukan bahwa tikus yang dentate gyrus-nya tidak berfungsi normal kemudian mengalami kesulitan dalam membedakan dua situasi yang serupa tapi tak sama. Hal ini, tambahnya, dapat menjelaskan mengapa pengalaman akan deja vu meningkat seiring bertambahnya usia atau munculnya penyakit-penyakit degeneratif seperti Alzheimer. Kehilangan atau rusaknya sel-sel pada dentate gyrus akibat kedua hal tersebut membuat kita sulit menentukan apakah sesuatu baru atau lama.


Tapi saya sendiri masih remaja dan sering mengalami deja vu... jadi gimana yang benar ya?? hmmm...


Macam-macam déjà vu

Déjà vu juga terjadi dalam berbagai bentuk ada yang hanya bisa mengingat secara samar-samar, ada yang hanya mengingat lokasi kejadian, dan ada pula yang mengingat hal-hal yang sangat mendetail. Secara garis besar, déjà vu terdiri dari empat jenis yakni:

1. Déjà Vu

Déjà vu jenis ini yang paling banyak terjadi dimana kita pernah merasakan suatu kondisi yang sama sebelumnya dan yakin pernah terjadi di masa yang lampau dan berulang kali. Sering kali pada saat itu individu akan diikuti oleh perasaan takut, rasa familiar yang kuat, dan merasa aneh.



2. Déjà Vécu

Perasaan yang terjadi pada Deja Vecu lebih kuat daripada déjà vu. Deja vecu seseorang akan merasa pernah berada dalam suatu kondisi sebelumnya dengan ingatan yang lebih detail seperti ingat akan suara ataupun bau.

3. Déjà Senti
Déjà Senti adalah fenomena "pernah merasakan" sesuatu. Suatu ketika kamu pernah merasakan sesuatu dan berkata "Oh iya saya ingat!" atau "Oh iya saya tahu!" namun satu dua menit kemudian sadar bahwa sebenarnya kamu tidak pernah berbicara apa pun.

4. Jamais Vu
Jamais Vu (tidak pernah melihat/mengalami) adalah kebalikan dari déjà vu. Kalau déjà vu mengingat hal-hal yang sebenarnya belum pernah dilakukan sebelumnya, Jamais Vu lain lagi. Tipe déjà vu semacam ini justru tiba-tiba kehilangan memorinya dalam mengingat sesuatu hal yang pernah terjadi dalam diri. Hal ini bisa terjadi karena kelelahan otak.

5. Déjà Visité
Déjà vu tipe ini lebih menitikberatkan pada ingatan seseorang akan sebuah tempat yang belum pernah ia datangai sebelumnya tapi merasa pernah berada pada lokasi yang sama. Déjà Visité berkaitan dengan tempat atau geografi.

Dan tahu kah Teen... kebalikan dari déjà vu, ada Jamais Vu, yang artinya "tidak pernah melihat". Fenomena ini muncul ketika seseorang untuk sementara waktu tidak dapat mengingat atau mengenali peristiwa atau orang yang sudah pernah dikenal sebelumnya.

oke kayaknya teori Deja Vu masih beraneka ragam dan belum dapat diketahui pasti kebenaran teori mana yang tepat... semoga posting ini cukup membantu rasa penasaran para readers ya... see ya on the next post guys! 

ilustrasi: berbagai sumber.