Hay teenagers...
Semua orang pasti pernah ngerasain suatu suasana yang seakan-akan sudah pernah kita rasakan... semua itu terasa familiar walaupun sebenarnya kejadian itu baru saja terjadi dan tidak pernah terjadi diwaktu yang sebelumnya....
saya sendiri pun sering merasakan Deja Vu... rasa keingin tahuan saya tentang Deja Vu akan saya explore disini...mungkin saya adalah blog kesekian juta ribu yang mengulas tentang fenomena Deja Vu ini... tapi nggak ada salah nya kan? oke to the point aja
APASIH DEJAVU ITU????
oke... sebenarnya deja vu bukanlah fenomena baru didunia...
Konsep déjà vu
telah ada sejak filsuf Perancis dan peneliti Émile Boirac menciptakan
istilah itu pada tahun 1876, sebagai pendukung fenomena psikis sebagai
bukti kehidupan masa lalu.
Sementara
para psikolog telah mengungkapkan berbagai teori untuk menjelaskan
kejadiannya. Seorang psikolog, Sigmund Freud menghubungkannya dengan
keinginan yang direpresi. Psikolog lain, Carl Jung mengatakan déjà vu muncul dari penyadapan ketidaksadaran kolektif. Puluhan penyebab déjà vu telah diusulkan selama beberapa dekade.
Berdasarkan penelitian, 70% manusia di bumi pernah merasakan déjà vu.
Jadi, fenomena psikologis tersebut adalah hal yang sangat wajar dan
bukan merupakan suatu kutukan atau karma sebagaimana banyak dipercayai
orang. Déjà vu berasal dari bahasa Prancis yang artinya "pernah lihat".
Maksudnya, mengalami sesuatu pengalaman yang dirasakan pernah dialami
sebelumnya. Di Yunani, fenomena ini disebut dengan paramnesia yang
merupakan gabungan kata para artinya adalah "sejajar" dan mnimi artinya
"ingatan".
Kenapa Deja Vu Bisa terjadi?
ya itu adalah pertanyaan yang pasti timbul saat ini... ada banyak versi jawaban tentang ini... dan saya menemukan dua jawaban berbeda
SUMBER 1
"Déjà vu terjadi karena adanya gelombang yang diantarkan ke dalam otak.
Gelombang tersebut tercipta setiap tindakan yang dilakukan oleh manusia.
Gelombang ini lalu diterjemahkan ke dalam bentuk impuls listrik lalu
dikirim ke otak dan dibaca. Tapi ada kalanya otak kita memiliki
sensitivitas tinggi sehingga gelombang yang dibaca berupa amplitudo dan
frekuensi tertentu tergantung dari kualitas otak kita. Contoh sederhananya suatu waktu kita dalam hati mendendangkan sebuah
lagu. Lalu kita menyalakan radio dan di radio sedang dimainkan lagu yang
sedang kita pikirkan tadi. Langsung kita berpikir "déjà vu". Padahal,
ini menunjukkan bahwa gelombang radio yang dikirim oleh stasiun
pemancar, selain diterima oleh radio kita, juga dibaca oleh otak kita
karena sifat otak kita yang super sensitive dalam menerima gelombang
listrik itu tadi."
SUMBER 2
para ilmuwan dengan mengejutkan mengungkapkan bahwa fenomena déjà vu
tidak lebih dari sebuah cacat dalam proses memori, bahwa kondisi
tersebut dapat dibuat oleh kegagalan memori sirkuit di lobus temporal
otak. Dan jika itu terjadi secara permanen atau hiperaktif, bisa
menyebabkan penciptaan kenangan yang sebenarnya tidak ada dalam
kenyataan, seperti yang terjadi pada déjà vu. Secara statistik hal itu terjadi lebih pada akhir masa remaja dan frekuensi usia yang menurun.
SUMBER 3
Ada lagi teori lain yang menjelaskan bahwa deja vu terjadi ketika
sensasi optik yang diterima oleh sebelah mata sampai ke otak (dan
dipersepsikan) lebih dulu daripada sensasi yang sama yang diterima oleh
sebelah mata yang lain, sehingga menimbulkan perasaan familiar pada
sesuatu yang sebenarnya baru pertama kali dilihat. Teori yang dikenal
dengan nama "optical pathway delay" ini dipatahkan ketika pada bulan
Desember tahun lalu ditemukan bahwa orang butapun bisa mengalami deja vu
melalui indra penciuman, pendengaran, dan perabaannya.
Membingungkan memang... untuk mengetahui teori mana yang paling tepat
Teori
yang mendekati benar adalah sesungguhnya sebagian besar informasi yang
kita terima tersimpan di pikiran bawah sadar kita dan belum muncul ke
permukaan. Hanya sebagian kecil dari informasi yang kita terima
benar-benar kita ingat atau sadari.
Pada akhirnya, pengalaman déjà vu hanya sebuah reaksi ekstrem dari sistem yang memori Anda gunakan untuk memberitahu Anda bahwa Anda berada dalam situasi akrab.
Déjà vu dipengaruhi usia???
Ada pula yang
beranggapan bahwa déjà vu ini adalah sebuah penyakit dalam ingatan
sehingga semakin tua umur seseorang maka akan semakin sering pula
terjadi déjà vu. Seorang ilmuwan asal Jepang dan juga merupakan seorang
neuroscientist MIT , Susumu Tonegawa, melakukan eksperimen terkait
fenomena ini pada tikus dengan membandingkan ingatan pribadi (episodik)
dengan ingatan baru yang tercatat dalam dentate gyrus. Ia menemukan
bahwa tikus yang dentate gyrus-nya tidak berfungsi normal kemudian
mengalami kesulitan dalam membedakan dua situasi yang serupa tapi tak
sama. Hal ini, tambahnya, dapat menjelaskan mengapa pengalaman akan deja
vu meningkat seiring bertambahnya usia atau munculnya penyakit-penyakit
degeneratif seperti Alzheimer. Kehilangan atau rusaknya sel-sel pada
dentate gyrus akibat kedua hal tersebut membuat kita sulit menentukan
apakah sesuatu baru atau lama.
Tapi saya sendiri masih remaja dan sering mengalami deja vu... jadi gimana yang benar ya?? hmmm...
Macam-macam déjà vu
Déjà vu juga terjadi
dalam berbagai bentuk ada yang hanya bisa mengingat secara samar-samar,
ada yang hanya mengingat lokasi kejadian, dan ada pula yang mengingat
hal-hal yang sangat mendetail. Secara garis besar, déjà vu terdiri dari
empat jenis yakni:
1. Déjà Vu
Déjà vu
jenis ini yang paling banyak terjadi dimana kita pernah merasakan suatu
kondisi yang sama sebelumnya dan yakin pernah terjadi di masa yang
lampau dan berulang kali. Sering kali pada saat itu individu akan
diikuti oleh perasaan takut, rasa familiar yang kuat, dan merasa aneh.
2. Déjà Vécu
Perasaan
yang terjadi pada Deja Vecu lebih kuat daripada déjà vu. Deja vecu
seseorang akan merasa pernah berada dalam suatu kondisi sebelumnya
dengan ingatan yang lebih detail seperti ingat akan suara ataupun bau.
3. Déjà Senti
Déjà Senti adalah fenomena "pernah merasakan" sesuatu. Suatu ketika
kamu pernah merasakan sesuatu dan berkata "Oh iya saya ingat!" atau "Oh
iya saya tahu!" namun satu dua menit kemudian sadar bahwa sebenarnya
kamu tidak pernah berbicara apa pun.
4. Jamais Vu
Jamais Vu (tidak pernah melihat/mengalami) adalah kebalikan dari déjà
vu. Kalau déjà vu mengingat hal-hal yang sebenarnya belum pernah
dilakukan sebelumnya, Jamais Vu lain lagi. Tipe déjà vu semacam ini
justru tiba-tiba kehilangan memorinya dalam mengingat sesuatu hal yang
pernah terjadi dalam diri. Hal ini bisa terjadi karena kelelahan otak.
5. Déjà Visité
Déjà vu tipe ini lebih menitikberatkan pada ingatan seseorang akan
sebuah tempat yang belum pernah ia datangai sebelumnya tapi merasa
pernah berada pada lokasi yang sama. Déjà Visité berkaitan dengan tempat
atau geografi.
Dan tahu kah Teen... kebalikan dari déjà vu, ada Jamais Vu,
yang artinya "tidak pernah melihat". Fenomena ini muncul ketika
seseorang untuk sementara waktu tidak dapat mengingat atau mengenali
peristiwa atau orang yang sudah pernah dikenal sebelumnya.
oke kayaknya teori Deja Vu masih beraneka ragam dan belum dapat diketahui pasti kebenaran teori mana yang tepat... semoga posting ini cukup membantu rasa penasaran para readers ya... see ya on the next post guys!
ilustrasi: berbagai sumber.


